DPRD Kukar Dorong Transformasi Beasiswa ke Arah Keterampilan dan Profesi

img

(Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Melihat perkembangan zaman yang menuntut dunia pendidikan semakin adaptif terhadap kebutuhan industri, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menilai arah pemberian beasiswa daerah perlu segera disesuaikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra, menegaskan bahwa Pemkab harus mulai beralih dari pola beasiswa akademik menuju program beasiswa berbasis keterampilan dan profesi yang mampu mencetak generasi siap kerja.

Menurutnya, paradigma lama yang hanya menitikberatkan pada pendidikan formal sudah tidak lagi sejalan dengan realitas pasar tenaga kerja saat ini, di mana kemampuan praktis dan sertifikasi keahlian menjadi modal utama untuk bersaing di era modern.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan cuma ijazah, tapi kemampuan nyata. Orang yang punya sertifikat barista, tukang las profesional, atau digital marketer bisa langsung dapat pekerjaan atau bahkan buka usaha sendiri,” ungkap Akbar Haka belum lama ini.

Ia menambahkan, perubahan tren global dan kemajuan teknologi menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif terhadap dinamika pasar tenaga kerja.

Karena itu, Akbar mendorong agar Pemkab Kukar mulai meninjau kembali efektivitas program beasiswa konvensional yang selama ini dijalankan.

Sebagai contoh, ia menyebut beberapa daerah lain telah mengembangkan beasiswa profesi inovatif, seperti pelatihan teknisi alat teknologi modern atau operator drone bersertifikat.

Model pelatihan seperti itu, menurutnya, tidak hanya lebih cepat menghasilkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program seperti ini bisa jadi solusi bagi lulusan sarjana yang sulit mendapat pekerjaan karena tidak punya keahlian teknis. Dengan keterampilan yang tersertifikasi, peluang kerja akan jauh lebih terbuka,” jelasnya.

Akbar juga menyoroti fenomena banyaknya anak muda yang ingin membangun usaha mandiri namun terkendala legalitas atau pengakuan kompetensi. Menurutnya beasiswa profesi dapat menjadi jembatan antara potensi wirausaha muda dengan kebutuhan formal dunia industri.**

Selain lebih efektif, program beasiswa berbasis keterampilan juga dianggap lebih hemat anggaran dan berdampak cepat.

Ia menegaskan bahwa DPRD akan mendukung penuh jika Pemkab Kukar berani melakukan terobosan kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan kontekstual.

“Kalau kita ingin Kukar benar-benar maju, arah beasiswa harus diubah. Jangan hanya mencetak sarjana, tapi generasi yang punya kemampuan, siap kerja, dan bisa berdiri di atas kaki sendiri,” pungkas Akbar. (Adv/Tan)